Cara Menaklukan Ular Phyton di Sekitar Rumah

Jakarta – Belakangan ini banyak warga melaporkan temuan ular piton atau sanca di lingkungan rumah mereka. Apa yang harus dilakukan bila bertemu dengan hewan melata ini? Berikut tips dari komunitas pecinta ular SIOUX Snake Rescue (SSR).

Pelaksana Umum SIOUX Snake Rescue Kisut Kisin mengatakan ular jenis pinton atau sanca tidak berbisa. Meski begitu masyarakat harus tetap waspada karena tetap saja berbahaya bila tidak hati-hati. Ada dua hal yang menjadi catatan dari ular jenis ini.

“Pertama giginya ular piton atau sanca itu besar jadi otomatis luka gigitanya besar dan bisa menimbulkan kematian bila kehabisan darah. Kedua belitannya yang bisa membuat tulang remuk dan membunuh mangsa,” ucap Kisin saat berbincang dengan detikcom, Jumat (26/2/2016).

Ular yang habitatnya di alam liar itu berbeda dengan yang biasa dipelihara. Mereka akan lebih agresif bila merasa terancam. Sehingga Kisin menyarankan apabila bertemu ular jangan panik karena hal itu bisa membuat ular kaget dan merasa terancam.

“Ngeliat ular, kita biarkan saja dulu, ular bukan hewan yang hobi menyerang seperti harimau dan babi hutan, dia cenderung menghindar. Ular itu nggak bisa melihat jelas, dia mendeteksi suhu yang ada di sekitarnya, paling umum ular itu mendeteksi gerakan. Kalau lihat ular kita diam saja, dia nggak tahu,” jelas Kisin.

“Ular menyerang atas dasar provokasi, yakni gerakan secara tiba-tiba. Ular itu tuli jadi kalau kita teriak nggak dengar,” tambahnya.

Menurut Kisin, ular piton yang ukuran panjangnya di atas 2 meter itu cukup bahaya bila ditangani sendiri. Minimal harus ada dua orang yang menangani ular.

“Salah-salah nanti bisa terbelit dan bahaya,” katanya.

Tips menangani ular piton atau sanca menurut Kisin jangan dibunuh. Misalnya bila ular tersebut ada di dalam ruangan sebaiknya di kurung dan disemprotkan wewangian.

“Kalau masuk ke dalam kamar, jebak saja di dalam kamar. Ular tidak suka bau menyengat dan bisa semprot dengan wewangian. 5-10 menit, lalu buka satu akses, pilih mau dikeluarin lewat mana, langsung pasti ularnya akan keluar lewat situ, dia cari udara yang lebih segar lewat situ,” jelas Kisin.

“Kalau ular kecil 1,5 meter atau 1 meter pakai sapu ijuk didorong keluar,” tambahnya.

Bagi yang sudah terbiasa menangkap ular bisa memegang ekor piton lalu mengambil kepalanya. Kepala terlebih dahulu harus ditekan pakai alat seperti sapu agar tidak bergerak ke mana-mana. Namun cara ini khusu bagi mereka yang sudah bisa menangani ular, bagi orang awan tidak disarankan. Bila tak mau ambil resiko, bisa menghubungi orang yang biasa menangani ular seperi komunitas SIUX di nomor 087887792646.

“Jangan sampai kelilit, terutama leher kita. Kaki jangan dirapetin, kalau kaki kebelit dua-duanya selesai kita, bisa jatuh,” ujarnya.

Menurutnya alasan ular bisa sampai masuk ke pemukiman penduduk karena mereka melakukan aktivitas, seperti mencari makan, ganti kulit atau kawin. Mereka akan mencari tempat yang dirasa aman untuk bersembunyi.

“Ular bersembunyi di tempat yang aman menurut dia. Bisa di dalam sepatu, loteng, lemari, kolong tempat tidur. Kalau di selokan itu kan banyak makanan dia seperti tikus,” ucap Kisin.

Oleh karena itu, Kisin menyarankan agar rumah tidak dimasuki ular, maka jangan ada makanan ular. “Rumah harus bersih, jangan kasih alasan ular masuk ke rumah,” katanya. (slm/mad)

sumber: disini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.